Menak Sumende - To'liq nasl-nasab shajarasi

Rodovid UZdan olingan
Yozuv:747310
Katta shajaraning generasiyasi uchun katta server zahiralarni talab qiladi. Server ishlashini kamaytirish uchun qayd kilinmagan foydalanivchilar shajarani faqat 7 avlod ajdodlarni va 7 avlod nasllarni.

Agarda Siz shajarani qayd qilinmasdan butunlay ko'rishni istasangiz, oddiygina bet adresiga ?showfulltree=yes matnni kiriting.

Shajarada odamlar soni 300-ta, 108-tasi oila ichidagilar va 30-tasi urig'laridagilar, 89-tasi o'zaro yaqin qardoshlar; 67-ta oila yaqin qardoshlar bilan boshqa odamlardan tashkil topgan (59-tasi).

1
Prabu Hayam Wuruk
рождение: 1334
nikoh: w Sri Sudewi / Padukasori
nikoh: w Selir / Garwo Ampeyan
unvon: 1350 - 1389, Majapahit, Prabu Majapahit IV bergelar Maharaja Sri Rajasanagara
o'limi: 1389
Rakryan Saunggalah / (Prabu Ragasuci)
nikoh: Dara Puspa
unvon: 1297 - 1303, Raja Sunda Ke-26
o'limi: 1303
Raja Purana
рождение: 1168
Kertanegara / Sri Jnanabajreswara (śrī Mahārājādhirāja Kŗtanagara Wikrama Dharmmottunggadew)
nikoh: Dara Kencana , Sri Bajradewi
nikoh: Sri Bajradewi
unvon: 1254, Kediri (East Java), Yuwaraja Kediri bergelar Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Namottunggadewa
unvon: 1268, Raja Singasari
o'limi: 1292
1
2
Bhre Kahuripan I
рождение:
2
3
Rajasakusuma / Hyang Wekasing Sukma
o'limi: Putera Mahkota. Wafat 1427 sebelum menjadi raja
Dewi Suhita / Bhre Daha II (Dyah Ayu Kencana Wungu)
nikoh: w Hyang Prameswara / Bhre Kahuripan (Aji Ratnapangkaja)
unvon: 1429 - 1447, Rani Majapahit V bergelar Prabu Stri Suhita
o'limi: 1447
Kertawijaya / Brawijaya I (Bhre Tumapel III)
nikoh: Jayawardhani Dyah Jayeswari / Bhre Daha Kapanca
unvon: 1447 - 1451, Prabu Majapahit VII bergelar Sri Maharaja Wijaya Parakrama Wardhana (Brawijaya I)
o'limi: 1451
Tribhuwana Wijayatunggadewi / Dyah Gitarja (Ratu Kenconowungu)
nikoh: w Rahaden Cakradhara / Raden Cakradara (Kertawardhana Bhre Tumapel)
unvon: 1328 - 1350, Majapahit, Raja Majapahit III bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani
Jayanagara / Jayanegara (Raden Kalagemet)
рождение: 1294
unvon: 1295, Kediri (East Java), Yuwaraja atau raja muda di Kadiri atau Daha (Bhre Daha)
unvon: 1309 - 1328, Majapahit, Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara
o'limi: 1328, Majapahit
3
4
Manggalawardhani / Bhre Tanjungpura (Dyah Suragharini / Putri Junjung Buih)
nikoh: Raden Rajasawardhana Dyah Wijayakumara/ Brawijaya II
unvon: 1447, Menurut prasasti Waringin Pitu, Dyah Wijayakumara memiliki istri bernama Manggalawardhani Bhre Tanjungpura. Dari perkawinan itu lahir dua orang anak, yaitu Dyah Samarawijaya dan Dyah Wijayakarana.
4
5
Girishawardhana Dyah Suryawikrama / Bhra Hyang Purwawisesa (Dyah Suryawikrama / Brawijaya III)
unvon: 1456 - 1466, Prabu Majapahit XI bergelar Brawijaya III
o'limi: 1466
5
Bobolari
Bondan Kejawen / Rahaden Bondhan Kejawan Aryo Lembu Peteng (Ki Ageng Tarub 3)
рождение: Jurumertani sudah pada waktunya untuk mengirim Pajak Hasil Bhumi ke Kerajaan, dalam perjalanannya di ikuti oleh Bondan, yang tidak diketahui Jurumertani, Sesampainya di Kerajaan menyerahkan Pajakhasil Bumi, kemudian menghadap sang Prabu, Namun mendadak terdengan suara Gong Berbunyi, mengejutkan Sang Prabu dan seluruh isi kerajaan termasuk Jurumertani, setelah dikejar tertangkaplah seorang anak "Bondan", dan diserahkan pada sang Prabu, melihat kejadian itu Jurumertani terbelalak KAGET, dan menghampiri Prabu sambil berbisik Itu adalah Putera-sang Prabu. Sang Prabu menatap wajah si Bondan dengan seksama, kemudian penasehat spirituil Kerajaan menhampiri Sang Prabu berkata, Anak turun dari Anak itu (Bondan) akan menjadi Raja-raja ditanah jawa
рождение: Petilasan Makam dari Bondan Kejawan ada : 3 Tempat yaitu : 1. Desa Taruban-Purwodadi, dari kota Purwodadi ke arah Blora Km 13 ada perempatan belok Kanan 2km ada Situs yang dikelola oleh Kasunanan Surakarto, dsisin ada makam Ki Ageng Tarub I, dan R Bondan Kejawan ( Ki Ageng Tarub II) 2. 1 Km dari sini ( Ds Taruban ) arah ke perempatan ada Tandingan seolah-olah Makam Bondan Kejawan 3. Sebelah barat Kota Yogya ( Jl Wates dkt SPBU) ada dusun Kejawen disana ada makan Bondan Kejawan Pahlawan Majapahit
nikoh: Retno Dewi Nawangsih
nikoh:
nikoh: Retno Dewi Nawangsih
17. Puteri Hadi / Putri Ratna Marsandi
рождение: anak No 17 dari Bhre Kertabhumi ( Brawidjaja V ), suami dari Juru Paniti
nikoh: Juru Paniti
Raden Jaka Dhalak
рождение: Diputus : 25677
Hario Dewa Ketul
kasbi: Bali, Adipati di Bali
Raden Jaka Lawu
o'limi: Java, Indonesia, Mount Lawu
11. Raden Sudjana / Lembu Niroto
unvon: Adipati Blambangan
Bobolari
Ota-onasi
Menak Simbar
unvon: Adipati Puger
Ota-onasi
 
== 8 ==
Menak Sumende
unvon: Adipati Blambangan
== 8 ==
Farzandlari
Menak Gadru
unvon: Adipati Babatab
Farzandlari
Nabiralari
Menak Werdati / Menak Lampor
рождение: NB: Eyang dari Raden Paku Sunan Giri. PANCER Trah Dermoyudo
unvon: Jumeneng Bupati Blambangan
nikoh:
Nabiralari
11
1. Sunan Rebut Payung / Menak Beduyu
рождение: Leluhur/nenek moyang dari Trah Kasepuan - Kanoman
unvon: Blambangan, Adipati Blambangan Timur bergelar Pangeran Rebut Payung
2. Menak Lapat
рождение: Leluhur dari Trah Dermoyudo, ataupun Kromodjayan
unvon: Lumajang, Adipati Blambangan Kulon (Barat) bergelar Adipati Lumajang
Nyai Lurah Sutodjayan
unvon: Peneleh Surabaya
Nyai Wongsosuto
unvon: Surabaya
Ψ Kyai Lanang Glangsing
unvon: -1686, Pasuruan, Tumenggung Pasuruan
11
12
Pangeran Kedawung
unvon: Blambangan Timur, Kasatriya
Menak Lumpat
unvon: Kasatriya tangguh (sakti) di Grogolan Jawa Timur
Sunan Tawang Alun
unvon: 1596, Jawa Timur - Banyuwangi, Raja Blambangan Wetan
12
13
Nyai Ageng Brondong
рождение: Sedayu - Lawas / Lamongan, Puteri Ki Bimotjili dari Djungpangkah (Ujungpangka) di Sedayu Lawas Surabaya.
nikoh: w Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
w Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
рождение: Di Desa Brondong – Sedayu Lawas, atau Paciran Lamongan tepi laut utara Jawa. Kiyahi Ageng Brondong memiliki keturunan Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I, Bupati Sidoarjo yang pertama, diambil dari silsilah pangeran Lanang Dangiran Kyai Ageng Brondong kang sumareh ing pesarehan sentono Botoputih Surabaya. Pangeran Lanang Dangiran Kiyahi Ageng Brondong. Kang Sumareh Ing Pesarehan “Sentono Boto Putih” Surabaya Riwayat Hidup Kiyahi Ageng Brondong Botoputih Suroboyo. Konon dituturkan Pangeran Kedawung, disebut juga Sunan Tawangalun adalah raja di Blambangan atau dikatakan juga Bilumbangan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan diantaranya ialah pangeran Lanang Dangiran. Diceritakan bahwa Lanang Dangiran pada usia 18 tahun bertapa dilauy dan menghanyutkan dirinya diatas sebuah papan kayu sebuah beronjong (alat penangkap ikan), tanpa makan atau minum, arus air laut dan gelombang membawa Lanang Dangiran hingga dilaut jawa dan akhirnya suatu taufan dan gelombang besar melemparkan Lanang Dangiran dengan beronjongnya dalam keadaan tidak sadar, disebabkan karena berbulan-bulan tidak makan dan minum, dipantai dekat Sedayu. Seluruh badannya telah dilekati oleh karang, keong serta karang-karang (remis) sehingga badan manusia itu seolah-olah ditempeli dengan bakaran jagung yang disebut dengan bahasa jawa “Brondong” Badan Pangeran Lanang Dangiran diketemukan oleh seorang kiyahi yang bernama Kiyahi Kendil Wesi. Pangeran Lanang Dangiran dirawat oleh Kiyahi Kendil Wesi serta istrinya dengan penuh kasih sehingga sadar kembali dan akhirnya menjadi sehat seperti sediakala. Pangeran Lanang Dangiran menceritakan asal-usulnya kepada Kiyahi Kendil Wesi. Setelah Kiyahi Kendil Wesi mendapat keterangan tentang asal usulnya Pangeran Lanang Dangiran, maka diceritakan oleh Kiyahi tadi bahwa ia juga asal keturunan dan raja-raja di Blambangan yang bernama Menak Soemandi dimana beliau masih satu keturunan dengan Lanang Dangiran. Lanang Dangiran tinggal dan kumpul dengan Kiyahi Kendil Wesi, dan dianggap sebagai anaknya kiyahi sendiri. Pangeran Lanang Dangiran memeluk agama Islam, karena rajin dan keteguhan imannya serta keluhuran budinya serta kesucian hatinya, maka tidak lama pula ia dapat tampil kemuka sebagai guru Agama Islam, Pangeran Lanang Dangiran berisitrikan putrid dan Ki Bimotjili dan Panembahan di Cirebon yang asal usulnya dituliskan sebagai berikut : Pangeran Kebumen Bupati Semarang, berisitrikan putrid dan Sultan Bojong, bernama Prabu Widjaja (Djoko Tingkir). Ki Bomotjili adalah salah satu seorang putra dan Pangeran Kebumen tersebut diatas, seorang putri dan Ki Bimotjilimi bersuamikan Pangeran Lanang Dangiran alias Kiyahi Brondong (dimakamkan di Boto Putih). Nama Brondong diperoleh karena ia diketemukan oleh Kiyahi Kendil Wesi badannya dilekati dengan “Brondong” Kiyahi Kendil Wesi yang waspada dan mengetahui nasib seseorang, mengatakan kepada Lanang Dangiran yang sudah mendapat sebutan Kiyahi Brondong dan masyarakat sekitar tempat Kiyahi Kendil Wesi, supaya pergi ke Ampel Dento Suroboyo, dan meluaskan ajaran Agama Islam, karena di Surabaya Kiyahi Brondong kelak akan mendapat kebahagiaan serta turun temurunnya kelak akan timbul dan tambah menjadi orang-orang yang mulya. Kemudian Kiyahi Brondong dengan istrinya dan beberapa anaknya yang masih kecil pergi ke Surabaya dan pada Tahun 1595 menetap diseberang timur kali Pegiri’an, dekat Ampel ialah Dukuh Boto Putih (Batu Putih) ditempat baru inilah Kiyahi Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat, karena keluhuran budinya Kiyahi Brondong (pangeran Lanang Dangiran) wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan meninggalkan 7 orang anak, diantaranya 2 orang laki-laki yaitu : Honggodjoyo dan Honggowongso. Bupati Sidoarjo yang pertama adalah keturunan dan Honggodjoyo, Kiyahi Ageng Brondong (Pangeran Lanang Dangiran) dikebumikan ditempat kediamannya sendiri di Botoputih Surabaya makamnya dimulyakan oleh putra-putranya dan selanjutnya dihormati oleh turun-turunnya hingga kini. Semoga arwah beliau diterima Allah Swt, dan Allah Swt juga memberikan kepada seluruh keturunannya Kiyahi Ageng Brondong kemulyaan, kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana beliau senantiasa mendoakan cucu cicitnya selama hidupnya. Ada hal penting yang anda ketahui bahwa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sidoarjo, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta rombongan merupakan agenda rutin berkunjung ke : Pesarean Asri ing Pendem untuk nyekar ke makam Bupati pertama Sidoarjo Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I wafat tahun 1863 Ke Pesarehan keluarga Tjondronegoro (belakang masjid Djamik/ Agung Sidoarjo) nyekar Raden Adipati Aryo Panji Tjondronegoro I wafat tahun 1906 Langsung menuju Pesarehan Boto Putih Surabaya ke makam Raden Tumenggung Adipati Aryo Tjondronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono).
unvon: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
nikoh: Nyai Ageng Brondong
o'limi: 1638
Menak Koncar
unvon: Kasatriya tangguh (sakti) di Lumajang Tengah
R Ayu Sunan Amangkurat I ((garwa ampean))
unvon: Mataram, dipersunting Sunan Amangkurat I Raja Mataram di Tegalarum
13
14
w 1. Kyai Tumenggung Onggodjoyo I / Kyai Lanang Glangsing (Honggodjoyo / Gentono)
kasbi: 1678 - 1686, Pasuruan, Adipati Pasuruan
o'limi: 1690, Surabaya, Dimakamkan di Pesarean Sentono Botoputih Surabaya
Patih Wiroguno
unvon: Kartosuro - Mataram, Patih Kasunanan Kartosuro-Mataram
nikoh: 5. Nyai Lurah nDalem Wiroguno
5. Nyai Lurah nDalem Wiroguno
рождение: ?, Surabaya, Menurunkan Trah Demang Sutoyudo Peneleh - Suroboyo
nikoh: Patih Wiroguno
4. Nyai Setro / Astro
рождение: Surabaya, Menurunkan Trah Botoputih Surabaya
3. Nyai Danoe Singopoero
рождение: Menurunkan Trah Singopredaton
7. Nyai Wongsoito / Nyai Wongsosuto
рождение: Menurunkan Trah Tumenggung Setjonegoro, Tjibolang dan Trah Honggosutan / Wongsosutan
w Kyai Tumenggung Djangrono I / Kyai Onggowongso (Honggowongso)
рождение: Surabaya, Catatan: >> nama lain : Ki Lembu Amiluhur / ver RB Yasin )
unvon: 1670 - 1678, Surabaya, Adipati Surabaya XI
o'limi: dekabr 1678, Surabaya, Gugur di Kediri dalam peperangan, dimakamkan di Pesarean Sentono Boto Putih Surabaya
Arya Panji Malang / Raden Tumenggung Brodjonolo
boshqa davlatga ko'chib ketishi (emigrasiya): pindahan dari Krapyak
w Untung Suropati ? (Raden Adipati Wiroguno)
рождение: 1644
kasbi: 1686, Pasuruan, Raja di Pasuruan
14
15
Raden Panji Djayengrono
unvon: -1783, Surabaya, Raden Adipati Panji
Kanjeng Tumenggung Djimat Djoyonegoro
unvon: -1815, Probolinggo, Bupati Banger Probolinggo
Raden Panji Tjondro Adinegoro
unvon: Pekalongan, Patih
Kyai Tumenggung Onggowidjoyo
unvon: Lamongan, Bupati Lamongan
unvon: 1808, Pati, Bupati Pati
Kyai Onggodjoyo II
unvon: Surabaya, Patih Luar Kasepuan Surabaya
Nyai Ajeng Rana / Rangga
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, putera no 1 Kyai Tumenggung Onggodjoyo I
Ki Onggodjoyo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:2 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Diasingken Belanda ke pulau Ceylon
Nyai Ajeng nDalem Notopraduto
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:3 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Notoprono
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atu puteri no:9, Kyai Onggodjoyo I
Kyai Onggodjoyo Djagir
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:5 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Bertempat tinggal di Jagir Wokoromo Surabaya
Kyai Sutaprana
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:6 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Sumoyudo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:7 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Kyai Dipomenggolo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:8 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Onggodiwongso
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:4 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Nyai Ajeng Wirodipuro
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:11 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
Kanjeng Raden Tumenggung Djimat Tjondronegoro I / Kyai Onggowidjoyo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:12 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
kasbi: Menjabat Bupati Kasepuan Surabaya 1752-1763, jumeneng Bupati nama gelar Kyai Tumenggung Djimat Tjondronegoro
nikoh: Ψ Trah Ageng Tjondronegoro
nikoh: Putri dari: Panembahan Tjakraningrat
Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
рождение: Level 2 = Cucu dari Han Siong Kong; Atau putera ke 4 dari Han Liong Kong
kasbi: Kapten China, berkedudukan di Surabaya; Memeluk Agama Islam; Terkenal kaya raya.
nikoh: Nyai Ajeng Kinjeng
Nyai Ajeng Kinjeng
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No: 14 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. Menikah dengan keturunan China/Tionghoa, nama: TJOE KWIE SWIE dimakamkan di Kampung ketandan Surabaya; disebelah selatan Kyai TONDO; Nyai Ajeng Kinjeng dimak
nikoh: Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
Kyai Adipati Tumenggung Djangrono I / Djoko Tangkeban
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, putera no:5 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
kasbi: Surabaya, Mengangkat dirinya sebagai Bupati Surabaya dengan nama gelar Tumenggung Djangrono-I Djoko Tangkeban juga melakukan perlawanan terhadap Kompeni Belanda, menguatkan perlawanan Arya Djoyopuspito (Djangrono III). Ver Botoputih: Djoko Tangkeban sebagai pute
o'limi: 1678, Surabaya
R. Arya Djoyopuspito R. Adipati Djangrono Panotogomo
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, putera no:5 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
kasbi: Surabaya, Bupati Kasepuan Surabaya (Bupati Surabaya ke 15); Melakukan perlawanan terhadap Mataram dan Belanda Th 1710 di kenal Peperangan Surabaya, (ver K5 bergelar Adipati Djangrono Panotogomo = Kyai Tumenggung Djangrono Panotogomo), sebagai balas dendam kematian
Kyai Wirodirdjo / Ki Tumenggung Djangrono III / Kyai Ngabei Wirosroyo
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, putera No:3 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
Raden Panji Srenggono / Adipati Notopuro / Raden Panji Surengrono
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, putera no:4 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
kasbi: Lamongan, Bupati Lamongan th 1723-1750, sebagai Adipati Notopuro /Adipati Lamongan,
o'limi: gugur dalam perang melawan Kompeni Belanda / Amangkurat I di Surabaya
Arya Pamucang / Raden Wesibageno (Kyai Ageng Gribik)
janaza: Malang, Dimakamkan di Pesarean Gribik Malang
Kyai Djoyodirono / Kyai Mas Tumenggung Djoyodirono I
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:13 dari 14 putera Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
kasbi: Surabaya, Bupati Kanoman di Wonokromo Surabaya, 1746-1758. Diangkat dalam th 1752 ( De Jonge deel 10-11 ) Pengangkatan bersamaan Kyai Onggowidjoyo. Orang Belanda mengatakan "tweede Regent"; Karena pada waktu itu Kadipaten Surabaya dipecah menjadi dua Kadipaten, s
Nyai Ajeng Galih Wirokusumo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:15 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I. (ver PK.5)
Kyai Onggodimedjo
рождение: level 2 = Cucu dari Ki Ageng Brondong, atau Putera No:10 dari Kyai Tumenggung Onggodjoyo I.
1. Surodrono / Surodirono (Kyai Adipati Djangrono II)
nikoh: Nyai Adipati Djangrono II
o'limi: 20 fevral 1709, Mataram Kartosuro, Wafat pada hari Kamis 17 Besar 1632 Jawa atau 18 Dzulhidjah 1120 Hijrah jam 09.00 pagi di gapuro Kemandungan Keraton Kartosuro. Dimakamkan di Sentono Laweyan-Solo.
Ki Demang Kertoyudo / Panji Sosronegoro
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, putera no:6 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
o'limi: Ki Demang Kertoyudo juga berperan dalam peperangan melawan Kompeni Belanda / Amangkurat I, dikenal keberaniannya. Gugur, dimakamkan di Japanan - Mojokerto
Raden Ayu Kaliwungu
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, atau puteri no 7 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini.
Raden Ayu Djaleka Tjakraningrat
рождение: level 2 = cucu Ki Ageng Brondong, atau Puteri no: 8 dari 8 putera Ki Onggowongso / Kyai Tumenggung Djangrono I / Gentini
15
Azmatkhan
Bhre Kahuripan VII
Bhre Mataram V
Bhre Pandansalas III
Bhre Tumapel III
Bhre Wengker III
Brawijaya V
Champa
Dharmasraya
Dharmasraya - Sumatera
HAN dinasti - China
Kerajaan Champa
Kertanegara
Ki Ageng Brondong
Ki Bimotjili
Kuning
Lanang Glangsing
Majapahit Girindrawardhana
Mangun Oneng
Mataram
Melayu
Panembahan Tjakraningrat
Ring Pamotan
Singasari
Sunda-Galuh
Tan
Tumapel
Wangsa Rajasa
Wiroguno
tdk ada Catatan